Sebagai Expert dalam Melakukan Pengkajian Teknologi Konversi Plastik menjadi BBM

???????????????????????????????

Penyampai paparan teknologi adalah Pak Suparmin

???????????????????????????????

Sosialisasi Operasi Penggunaan Biogas untuk Keperluan Rumah Tangga di Desa Kalisari

Sosialisasi Operasi Penggunaan Biogas untuk Keperluan Rumah Tangga di Desa Kalisari

Sosialisasi ini dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2012 kepada Warga Desa Kalisari khususnya kelompok Biolita III yang menggunakan biogas dari proses yang dihasilkan oleh reaktor biogas ketiga yang dibangun di desa tersebut.

Reaktor Biogas yang dibangun di Desa Kalikidang

DSC00543

Reaktor ini adalah reaktor keempat yang dibangun BPPT di Kabupaten Banyumas. Kali ini, BPPT bekerja sama dengan BLH Kabupaten Banyumas dalam pembangunan, sekaligus pula dalam pendampingan teknis dan transfer knowledge.

DSC00541

???????????????????????????????

Reaktor Biogas ketiga yang Dibangun di Desa Kalisari

Reaktor Biogas ketiga yang Dibangun di Desa Kalisari

Pendampingan Masyarakat Desa Kalikidang, Kabupaten Banyumas dalam pengenalan Penggunaan Biogas di Rumah Tangga

Pendampingan Masyarakat Desa Kalikidang, Kabupaten Banyumas dalam pengenalan Penggunaan Biogas di Rumah Tangga

Pelatihan Sosialisasi Teknologi Biogas untuk Pengolahan Limbah Cair Tahu di Kabupaten Banyumas

Dalam rangka pembangunan IPAL Tahu dengan teknologi fermentasi anaerobik menjadi biogas sebagai energi alternatif terbarukan untuk masyarakat, Pusat Teknologi Lingkungan BPPT diberikan tugas untuk melaksanakan pendampingan bagi stakeholder pembangunan IPAL dalam diseminasi teknologi biogas dengan menggunakan reaktor unggun tetap.

Program ini terwujud dari kerjasama antara PTL BPPT, BLH Kab Banyumas dan Kemenristek melalui program insentif PKPP Kemenristek Tahun 2012. Dalam hal ini Kemenristek membiayai dana pelatihan dan pendampingan yang dilakukan BPPT terhadap Kab Banyumas dalam membangun IPAL yang baru, sementara BLH Banyumas berperan sebagai stakeholder utama dalam pembangunan IPAL. Fungsi ini merupakan peran yang dijalankan oleh BPPT sebagai institusi pemerintah dalam hal alih teknologi atau diseminasi teknologi. Teknologi yang menjadi objek dalam program ini adalah teknologi pengolahan limbah cair tahu secara anaerobik menghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat. Teknologi ini telah menuai perhatian karena keberhasilan penerapannya pada program implementasi teknologi yang ramah lingkungan akibat pengendalian pencemaran limbah cair industri tahu dan juga substitusi bahan bakar fosil. Tidak hanya itu, program ini juga telah cukup berhasil meningkatkan pemahaman dan minat masyarakat dalam pengelolaan lingkungan yang semakin baik.

Pada tahun 2009 dan tahun 2010, BPPT bekerja sama dengan Kemenristek telah membangun 4 unit percontohan reaktor unggun tetap di 2 daerah Banyumas, yaitu 2 reaktor untuk mengolah limbah cair industri tahu di Desa Kalisari,  1 reaktor untuk mengolah limbah cair industri tahu di Desa Cikembulan, dan 1  reaktor untuk mengolah limbah cair industri tapioka di Desa Gumelar. Unjuk kerja keempat reaktor ini sedemikian baiknya sehingga untuk unit biogas dari limbah tahu saja, telah ada sebanyak 52 Rumah Tangga yang dapat menggunakan biogas sebagai pengganti LPG dalam aktifitas harian mereka.

Program pembangunan IPAL yang baru yang dimulai tahun 2012 ini adalah program diseminasi dari keberhasilan implementasi teknologi biogas yang diterapkan sebelumnya, sehingga Pemda Kab Banyumas bermaksud memperbanyak reaktor tersebut sehingga lebih jauhnya diharapkan bahwa Desa- Desa di Kab Banyumas yang terkenal dengan industri tahu yang dimilikinya dapat mencukupi kebutuhan energi hariannya sekaligus dapat mengendalikan pencemaran lingkungan akibat industri tahu itu sendiri.

Program pendampingan dan diseminasi teknologi yang dilakukan oleh BPPT dimaksudkan untuk mengulang kesuksesan dalam pembangunan IPAL tahu menjadi biogas, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam hal pemahaman dan peningkatan kemampuan dalam melakukan perancangan pembangunan sampai dengan pelakasanaan bahkan hingga ke proses evaluasi dan monitoring.

Program pendampingan didukung dengan adanya program pelatihan yang telah dilaksanakan pada tanggal 21 dan 22 Juni 2012 bertempat di BLH Kab Banyumas. Pelatihan ini memberikan deskripsi tentang proses produksi bersih, sosial-engineering yang juga merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan teknologi di Kalisari 2 tahun yang lalu, serta materi teknis yang berisi review proses fermentasi anaerobik dari limbah tahu menjadi biogas yang disertai pemilihan reaktor, perancangan reaktor (digester), perancangan gas holder, dan perancangan sistem perpipaan yang semuanya merupakan rangkaian utuh yang penting dalam pembangunan IPAL tahu menjadi biogas. Pelatihan menerapkan konsep 2 arah dan dinamika kelompok untuk memaksimalkan penyerapan materi dan peningkatan pemahaman para peserta pelatihan. Selain itu diberikan juga simulasi untuk perancangan biogas sehingga peserta diberikan pengalaman menghitung, meskipun dengan menggunakan pendekatan kasar, serta dipertunjukan juga demonstrasi pengukuran kadar biogas dengan metode yang mudah dilakukan.

Diharapkan dengan adanya pelatihan ini tercipta mekanisme alih teknologi yang memungkinkan berkembangnya teknologi pengolahan limbah berwawasan lingkungan yang juga ternyata menghasilkan biogas yang dapat digunakan untuk menggantikan keberadaan dan fungsi dari bahan bakar tak terbarukan seperti kayu dan LPG.

Reaktor Fixed Bed untuk Pengolahan Limbah secara Anaerobik

Proses degradasi limbah cair organik dapat dilakukan pada bioreaktor tanpa atau dengan support material yang dapat diperinci sebagai berikut :

  • Reaktor tanpa support material adalah jenis reaktor yang mempunyai tempat untuk menempel bakteri, yang termasuk jenis ini adalah

(a)   reaktor tanpa pengaduk,

(b). reaktor dengan pengaduk dan

(c)   Reaktor tipe sludge bed.

  • Reaktor dengan support material adalah jenis reaktor yang mempunyai tempat untuk menempel bakteri, yang termasuk jenis reaktor ini adalah

(a). reactor tipe fixed bed,

(b). reactor tipe fluidized bed.

Pada percontohan ini reaktor yang digunakan adalah tipe Fixed Bed Reactor yaitu reaktor yang terdiri tangki berisi bahan pembantu berupa support material. Fungsi dari support material adalah sebagai tempat menempel mikroba, sehingga mikroba tidak ikut terbawa oleh cairan sisa buangan atau efluen yang keluar dari reaktor

Keuntungan lain menggunakan support material adalah jumlah mikroorganisme tidak dipengaruhi oleh jumlah beban atau banyaknya substrat yang dimasukkan atau laju beban yang tinggi, karena mikroba telah menempel dengan baik di support material. Reaktor ini dapat dioperasikan secara : up flow dan down flow dengan dan tanpa sirkulasi efluen Mubyarto, 1984   (more…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.