Home » Uncategorized » Pelatihan Sosialisasi Teknologi Biogas untuk Pengolahan Limbah Cair Tahu di Kabupaten Banyumas

Pelatihan Sosialisasi Teknologi Biogas untuk Pengolahan Limbah Cair Tahu di Kabupaten Banyumas

Produksi Bersih

Blog Produksi Bersih ini adalah salah satu perwujudan sharing informasi dari Pusat Teknologi Lingkungan, BPPT

Total Visitor

  • 35,789 Person
June 2012
M T W T F S S
« Oct   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4 other followers

Dalam rangka pembangunan IPAL Tahu dengan teknologi fermentasi anaerobik menjadi biogas sebagai energi alternatif terbarukan untuk masyarakat, Pusat Teknologi Lingkungan BPPT diberikan tugas untuk melaksanakan pendampingan bagi stakeholder pembangunan IPAL dalam diseminasi teknologi biogas dengan menggunakan reaktor unggun tetap.

Program ini terwujud dari kerjasama antara PTL BPPT, BLH Kab Banyumas dan Kemenristek melalui program insentif PKPP Kemenristek Tahun 2012. Dalam hal ini Kemenristek membiayai dana pelatihan dan pendampingan yang dilakukan BPPT terhadap Kab Banyumas dalam membangun IPAL yang baru, sementara BLH Banyumas berperan sebagai stakeholder utama dalam pembangunan IPAL. Fungsi ini merupakan peran yang dijalankan oleh BPPT sebagai institusi pemerintah dalam hal alih teknologi atau diseminasi teknologi. Teknologi yang menjadi objek dalam program ini adalah teknologi pengolahan limbah cair tahu secara anaerobik menghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat. Teknologi ini telah menuai perhatian karena keberhasilan penerapannya pada program implementasi teknologi yang ramah lingkungan akibat pengendalian pencemaran limbah cair industri tahu dan juga substitusi bahan bakar fosil. Tidak hanya itu, program ini juga telah cukup berhasil meningkatkan pemahaman dan minat masyarakat dalam pengelolaan lingkungan yang semakin baik.

Pada tahun 2009 dan tahun 2010, BPPT bekerja sama dengan Kemenristek telah membangun 4 unit percontohan reaktor unggun tetap di 2 daerah Banyumas, yaitu 2 reaktor untuk mengolah limbah cair industri tahu di Desa Kalisari,  1 reaktor untuk mengolah limbah cair industri tahu di Desa Cikembulan, dan 1  reaktor untuk mengolah limbah cair industri tapioka di Desa Gumelar. Unjuk kerja keempat reaktor ini sedemikian baiknya sehingga untuk unit biogas dari limbah tahu saja, telah ada sebanyak 52 Rumah Tangga yang dapat menggunakan biogas sebagai pengganti LPG dalam aktifitas harian mereka.

Program pembangunan IPAL yang baru yang dimulai tahun 2012 ini adalah program diseminasi dari keberhasilan implementasi teknologi biogas yang diterapkan sebelumnya, sehingga Pemda Kab Banyumas bermaksud memperbanyak reaktor tersebut sehingga lebih jauhnya diharapkan bahwa Desa- Desa di Kab Banyumas yang terkenal dengan industri tahu yang dimilikinya dapat mencukupi kebutuhan energi hariannya sekaligus dapat mengendalikan pencemaran lingkungan akibat industri tahu itu sendiri.

Program pendampingan dan diseminasi teknologi yang dilakukan oleh BPPT dimaksudkan untuk mengulang kesuksesan dalam pembangunan IPAL tahu menjadi biogas, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam hal pemahaman dan peningkatan kemampuan dalam melakukan perancangan pembangunan sampai dengan pelakasanaan bahkan hingga ke proses evaluasi dan monitoring.

Program pendampingan didukung dengan adanya program pelatihan yang telah dilaksanakan pada tanggal 21 dan 22 Juni 2012 bertempat di BLH Kab Banyumas. Pelatihan ini memberikan deskripsi tentang proses produksi bersih, sosial-engineering yang juga merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan teknologi di Kalisari 2 tahun yang lalu, serta materi teknis yang berisi review proses fermentasi anaerobik dari limbah tahu menjadi biogas yang disertai pemilihan reaktor, perancangan reaktor (digester), perancangan gas holder, dan perancangan sistem perpipaan yang semuanya merupakan rangkaian utuh yang penting dalam pembangunan IPAL tahu menjadi biogas. Pelatihan menerapkan konsep 2 arah dan dinamika kelompok untuk memaksimalkan penyerapan materi dan peningkatan pemahaman para peserta pelatihan. Selain itu diberikan juga simulasi untuk perancangan biogas sehingga peserta diberikan pengalaman menghitung, meskipun dengan menggunakan pendekatan kasar, serta dipertunjukan juga demonstrasi pengukuran kadar biogas dengan metode yang mudah dilakukan.

Diharapkan dengan adanya pelatihan ini tercipta mekanisme alih teknologi yang memungkinkan berkembangnya teknologi pengolahan limbah berwawasan lingkungan yang juga ternyata menghasilkan biogas yang dapat digunakan untuk menggantikan keberadaan dan fungsi dari bahan bakar tak terbarukan seperti kayu dan LPG.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: