Home » Uncategorized » Industri Tahu

Industri Tahu

Produksi Bersih

Blog Produksi Bersih ini adalah salah satu perwujudan sharing informasi dari Pusat Teknologi Lingkungan, BPPT

Total Visitor

  • 35,789 Person
July 2011
M T W T F S S
    Oct »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4 other followers

Proses Produksi  Industri Tahu

Untuk dapat menerapkan produksi bersih di klaster industry tahu, diperlukan pengetahuan mendasar mengenai proses yang dilaksanakan dalam memproduksi tahu, serta karakteristik limbah yang akan diolah.

Langkah umum yang biasa dilakukan untuk proses pembuatan tahu adalah :

1)     Perendaman kedelai untuk melunakkan kedelai sebelum digiling

2)         Proses pencucian untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang terikut

3)         Proses penggilingan sehingga didapatkan seperti bubur kedelai

4)         Proses perebusan bubur kedelai

5)         Proses penyaringan untuk mendapatkan sari kedelai

6)     Proses penggumpalan dengan mencampur sari kedelai masak dengan air kecutan/penggumpal

7)         Proses pencetakan/pengepresan

8)         Proses pemotongan

9)         Proses penggorengan atau pewarnaan

Tabel 1 : Matrik aliran proses pembuatan tahu

No

Tahapan Proses

Bahan baku dan bahan bantu

Produk  antara dan produk yang diharapkan

Keluaran bukan produk

1.

Perendaman kedelai
  • Kedelai
  • Air bersih untuk perendaman kedelai
Kedelai melar
  • Kotoran kedelai (kedelai rusak)
  • Air limbah
  • Depresiasi ember

2.

Pencucian
  • Kedelai
  • Air bersih untuk pencucian kedelai
Kedelai bersih
  • Kulit ari kedelai
  • Air kotor
  • Depresiasi ember

3.

Penggilingan Kedelai
  • Kedelai bersih
  • Air untuk penggilingan
  • Solar dan oli untuk mesin penggilingan (diesel)
Bubur kedelai
  • Ceceran bubur kedelai
  • Depresiasi alat penggilingan
  • Emisi solar

4.

Perebusan bubur kedelai
  • Bubur kedelai
  • Air bersih untuk perebusan bubur kedelai
  • Kayu bakar untuk perebusan
Bubur kedelai masak
  • Intip sisa perebusan
  • Depresiasi alat perebusan
  • Abu sisa pembakaran

5.

Penyaringan bubur kedelai
  • Bubur kedelai
  • Air bersih untuk penyaringan bubur kedelai
Sari kedelai
  • · Ampas tahu
  • · Depresiasi alat penyaringan

6.

Penggumpalan sari kedelai
  • Sari kedelai
  • Air kecutan
Adonan sari kedelai § Ceceran bibit penggumpal

§ Depresiasi alat penggumpalan

§ Bubur tahu gumpal terbuang

§ Air limbah

7.

Pengepresan dan pencetakan Adonan sari kedelai Tahu jadi putih
  • · Pleredan sisa pencetakan
  • · Air limbah kecutan
  • · Depresiasi alat pencetakan & pengrepresan

8.

Pemotongan Tahu
  • Tahu jadi putih
Tahu jadi putih potong siap jual
  • Tahu remuk

9.

Penggorengan
  • Tahu putih potong siap jual
  • Minyak goreng
  • Kayu
Tahu goreng potong siap jual
  • · Minyak goreng bekas
  • · Depresiasi alat penggorengan
  • · Emisi kayu

C. Permasalahan Industri Tahu

Permasalahan  umum :

1.                Limbah tahu terbagi dalam :

a. Limbah padat.

Berupa ampas kedelai yang berasal dari proses penyaringan, saat ini limbah ini sudah dijual dan dimanfaatkan untuk pembuatan tempe gembus, makanan ternak, ada juga yang dimanfaatkan untuk pembuatan produk makanan selain tahu.

b.                Limbah cair

Limbah cair berasal dari air kotor bekas peredaman kedelai, air kotor bekas proses penggilingan, air kecutan bekas proses penggumpalan, air kotor bekas pencetakan dan air kotor bekas perendaman tahu jadi.

Limbah cair pada industri tahu sudah menjadi permasalahan yang bersifat umum/publik dimana limbah cair kebanyakan dibuang langsung ke sungai, pekarangan rumah, sawah sehingga mencemari sumber air bersih di lingkungan sekitar dan menimbulkan polusi udara (bau menyengat).

4.                Permasalahan dalam proses produksi

  • Air untuk proses produksi melimpah sehingga pekerja sangat boros dalam menggunakan air padahal untuk pengadaan air harus membayar ke PAM Banyak pipa air yang bocor dan tidak diberi kran sehingga banyak air yang tumpah (terbuang)
  • Bahan bakar boros, kecenderungan ini disebabkan perilaku pekerja yang berlebihan memakai kayu bakar agar pekerjaan cepat selesai, dari desai tungku dan cerobong yang kurang memenuhi syarat.
  • Sari kedelai terbuang dalam proses penggumpalan, Hal ini sering terjadi karena proses pengambilan sari kedelai dari bak pemasakan ke bak proses penggumpalan yang sembrono/sembarang sehingga sari kedelai tercecer di lantai atau tertinggal di alat pengambilnya.
  • Ventilasi diruang produksi tidak memadai, sehingga asap dan debu tungku pembakaran tidak langsung keluar dari ruangan tempat produksi dan mengganggu kesehatan pekerja. Di siang hari ruang produksi cenderung gelap dan pekerja selalu menghidupkan lampu untuk penerangan sehingga boros biaya listrik.
  • Kebanyakan pemilik Industri tahu rumah tangga tidak memiliki sanitasi khusus untuk membuang limbah sehingga limbah cair langsung dibuang di sungai dan pekarangan rumah.
  • Tenaga kerja, bekerja hanya berdasar pengalaman tradisional sehingga sangat kurang dalam pengetahuan tentang kesehatan (higien), keselamatan kerja dan cara bekerja yang efisien (cenderung boros dalam pemakaian bahan, air, dan energi).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: