Home » Uncategorized » PENERAPAN TEKNOLOGI PRODUKSI BERSIH DI RUMAH PEMOTONGAN HEWAN CAKUNG

PENERAPAN TEKNOLOGI PRODUKSI BERSIH DI RUMAH PEMOTONGAN HEWAN CAKUNG

Produksi Bersih

Blog Produksi Bersih ini adalah salah satu perwujudan sharing informasi dari Pusat Teknologi Lingkungan, BPPT

Total Visitor

  • 20,281 Person
July 2011
M T W T F S S
    Oct »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4 other followers

LATAR BELAKANG.

Pada saat ini metode Teknologi Produksi Bersih sedang diupayakan untuk dapat diterapankan ke industri-industri, terutama untuk negara-negara yang sedang berkembang yang mana harus meningkatkan peraturan – peraturan di bidang lingkungan.

Penerapan Teknologi Produksi Bersih dilakukan harus seawal mungkin pada  tahapan produksi guna mencegah investasi yang mahal dan tidak produktifnya sarana pengendalian pencemaran hilir (end of pipe). Produksi bersih merupakan alat untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing industri, terminologi Teknologi Produksi Bersih atau Cleaner Production untuk sebagian industri masih merupakan hal yang baru, akan tetapi subtansinya sendiri merupakan sesuatu yang sudah dikenal bahkan sudah sering diterapkan. Penerapan produksi bersih ini telah membuktikan bahwa teknik ini mampu meningkatkan dua faktor kunci dalam sektor industri yaitu efisiensi dan daya saing. Selain keuntungan nyata tersebut, penerapan produksi bersih di industri akan meningkatkan citra perusahaan dan kemudahan untuk memasuki pasar internasional yang memiliki standar lingkungan yang sangat ketat seperti masyarakat Eropa dan wilayah Amerika Utara.

Secara definisi produksi bersih adalah penerapan strategi lingkungan yang berkesinambungan, terintegrasi dan bersifat preventif terhadap proses, produk dan pelayanan untuk meningkatkan efisiensi. Misalnya untuk proses, yang meliputi konservasi bahan baku dan energi, mengurangi bahan baku berbahaya, mengurangi kuantitas dan kualitas emisi dan limbah sebelum meninggalkan proses.

Penerapan produksi bersih  yang disebut dengan up the pipe di industri lebih difokuskan pada usaha pencegahan terbentuknya limbah sebagai hasil proses yang berlangsung dalam industri. Limbah yang dihasilkan oleh industri merupakan salah satu indicator adanya inefisiensi, karena itu upaya pencegahan harus dilakukan mulai dari awal. Penerapan produksi bersih dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain :pengurangan pada sumber limbah (source reduction), pengurangan terjadinya limbah (waste reduction), pengurangan terjadinya limbah (waste reduction) dan pemanfaatan limbah yang terbentuk melalui daur ulang (on-site dan off-site) atau pendayagunaan .     Rumah Potong Hewan (RPH) Cakung adalah RPH resmi dibawah koordinasi Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang dikelola oleh PD. Dharma Jaya sejak tahun 1983 dan merupakan pusat RPH di DKI Jakarta. Di RPH Cakung ada tiga unit kegiatan yaitu :

Unit Pemotongan Hewan, Unit Pasar Ternak dan Unit industri & Pergudangan.

Kegiatan di Unit Pasar Ternak merupakan kegiatan jual beli hewan sapi dimana surat-suratnya diperiksa terlebih dahulu dan dilakukan pula pemerikasaan kesehatan hewan ternak. Setelah melalui pemeriksaan, ternak kemudian diistirahatkan sambil menunggu transaksi pembelian. Ternak akan dipotong setelah ada persetujuan antara penjual dan pembeli.

Pada kegiatan di  unit pemotongan hewan, pemotongannya dilakukan pada malam hari yaitu pukul 22.00 s.d pukul 05.00 WIB dengan kapasitas pemotongan 175 – 250 ekor per hari. Sistem pemotongan dilakukan  secara tradisional dilakukan dengan cara hewan langsung dipotong dan diikuti proses yang lain. Sedangkan persediaan hewan dikandang sebelum dipotong berkisar antara dua kali lipat yaitu 700 – 400 ekor per hari. Limbah yang dihasilkan dalam kegiatan sehari-hari sebanyak 310 m3 berupa limbah cair yang berasal dari kegiatan diarea kandang, ruang pemotongan hewan dan tempat pengurangan air isi rumen. Limbah padat yang dihasil oleh kegiatan RPH Cakung sebanyak 51 ton per hari yang berasal dari isi rumen, sisa pakan berupa rumput dan kotoran ternak di kandang.

Besarnya potensi limbah di RPH Cakung maka dilakukan  program pendekatan dengan menggunakan Teknologi Produksi Bersih untuk mengantisipasi penanggulangan limbah yang dikeluarkan oleh RPH Cakung.

Gambar 1. Sumber limbah padat dan cair di RPH Cakung.

 PEMILIHAN PENERAPAN TEKNOLOGI.

Pengelolaan limbah dengan pendekatan produksi bersih di industri menunjukkan dengan jelas adanya pergeseran posisi dari biaya ke penghematan, dari parsial ke terintegrasi, dari inefisien ke efisiensi dan dari teknologi pencemar ke Teknologi Produksi  Bersih. Teknologi Produksi Bersih sebagai salah satu alternatif solusi untuk mengantisipasi limbah di RPH Cakung dilakukan dengan pendekatan yang meliputi :

  •     Pengurangan limbah pada sumbernya
  •    Pendayagunaan  limbah dengan memanfaatkan hasil sampingnya.

 Pengurangan Limbah Pada Sumbernya.

            Secara umum produksi bersih yang dilakukan dengan pengurangan limbah pada sumbernya (source reduction) merupakan teknik pengurangan atau eliminasi limbah pada sumbernya yang dapat dilakukan melalui perubahan produk, perubahan material input, perubahan teknologi atau penerapan operasional yang baik.

Pengurangan limbah pada sumbernya yang dilakukan di RPH Cakung meliputi pengurangan terhadap limbah cair dan pengurangan terhadap limbah padat. Pengurangan limbacair   dilakukan dengan cara :

Pengurangan jumlah air pembersihan isi rumen dengan mengurangi kran-kran air yang dibuka dan melakukan pengurangan debit air untuk kran-kran yang dibuka serta tekanannya diperkecil.

Pengurangan jumlah air diarea kandang dengan cara menyalakan pompa pada waktu-waktu tertentu sehingga jumlah air yang digunakan berkurang.

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun maka jumlah limbah  cair  yang dikeluarkan berkurang cukup banyak yang semula kurang lebih 700 m3 perhari menjadi berkurang menjadi 310 m3. Penghematan yang luar biasa karena dapat menurunkan biaya produksi proses di RPH Cakung dan hal ini berpengaruh pula terhadap kapasitas  unit pengolah air limbah yang harus dibangun..

             Pengurangan limbah padat dilakukan dengan cara, pemberian sekat untuk tempat makanan ternak, sehingga rumput tidak terbuang dan jumlah padat dapat dikurangi menjadi 18 ton per hari dari 44 ton per hari.

 

Pendayagunaan limbah dengan memanfaatkan hasil sampingnya.

Pendayagunaan limbah adalah teknik pengelolaan limbah hasil proses industri dengan cara memanfaatkan hasil produk atau hasil sampingnya dalam berbagai bentuk/cara seperti limbah di gunakan sebagai bahan baku proses produksi lain menjadi suatu produk yang bermanfaat..

RPH Cakung dalam pendayagunaan limbah cair dan limbah padatnya menggunakan cara  biologi, karena diharapkan akan adanya pemanfaatan limbah cair yang dapat digunakan sebagai energi alternatif serta dihasilkannya kompos dari proses limbah padat. Gambar 1. memperlihatkan skema diagram alir dari limbah cair dan limbah padat.           

            Proses pendayagunaan limbah cair RPH Cakung dilakukan secara biologi   dengan sistim anaerobik menggunakan reaktor tipe Fixed Bed. Proses dimulai dimulai dengan pemisahan limbah padat yang kasar dengan menggunakan penyaring otomatis dengan tujuan untuk melindungi pompa dari padatan kasar yang mungkin akan menyumbat pompa. Limbah cair yang keluar dari saringan kasar dialirkan langsung menuju penampung  dan selanjutnya dialirkan ke atas saringan halus. Limbah cair yang keluar dari saringan dialirankan menuju tangki pencampuran dan penyimpanan, sedangkan limbah padat yang terbuang ditampung pada tempat penampungan.

Limbah cair dari tangki penampung dialirkan dengan pompa  ke dalam tangki pengendapan/sedimentasi. Endapan lumpur padatan organik dipompa ke penampung lumpur yang lebih padat Limbah cair yang sudah dipisahkan akan dialirkan  ke dalam dua unit Fixed Bed reaktor pengolahan limbah cair anaerobik melalui stasiun pompa. Fungsi pengolahan anaerobik ini adalah untuk mendegradasi bahan  organik di limbah cair dan merubah bahan organik yang terdegradasi menjadi biogas.

Lumpur limbah yang mengendap di bagian dasar penampung dipompa ke dalam penampung pemekat lumpur  dimana lumpur akan dikomposkan Tangki penampung diisi setiap hari dengan lumpur limbah yang dialirkan dengan jaringan pipa. Bilamana lumpur limbah tidak dapat dimanfaatkan untuk membuat kompos, maka lumpur yang dipadatkan dikembalikan ketempat pengeringan Lumpur, sedangkan air rembesan dialirkan kembali ke tangki air limbah didepan.

Gas yang dihasilkan oleh proses reaktor anaerobik disimpan dalam penampungan gas, pengisian gas akan dilakukan secara otomatis dengan sistim tekanan yang kemudian dialirkan untuk menjalankan generator dengan tenaga listrik kurang lebih 70 KW, diperkirakan akan dihasilkan gas sebanyak 757 m3 per hari dengan kandungan gas metana 76,5 %. Energi yang dihasilkan dalam bentuk biogas akan digunakan energi listrik untuk menjalankan keseluruhan proses pendayagunaan limbah cair dan limbah padat.

Gambar 2. Skema Diagram Alir dari Limbah Cair dan Limbah Padat.

anaerobik ini adalah untuk mendegradasi bahan  organik di limbah cair dan merubah bahan organik yang terdegradasi menjadi biogas.

Proses pendayagunaan limbah padat RPH Cakung dilakukan secara biologi dengan proses pengkomposan sistim open windraw secara aerobik. Limbah padat yang berasal dari penampung isi rumen dimasukkan kedalam screw press untuk dikurangi airnya, kemudian padatannya dibawa oleh wheel loader menuju tempat penampungan sementara, sedangkan limbah padat yang berasal dari kandang yang berupa kotoran dan sisa pakan dikumpulkan untuk dibawa ke tempat penampung sementara. Demikian pula dengan lumpur hasil proses limbah cair dibawa ketempat penampungan sementara dan didiamkan selama 7 hari, dari tempat penampungan sementara limbah padat tersebut dibawa ke ruang pengkomposan untuk diproses selama 35 hari dengan proses pembalikan  dua kali setiap minggumya. Hasil proses pengkomposan selama kurang lebih 42 hari kemudian dibawa ke tempat penyaringan untuk dilakukan proses penyaringan sehingga dihasilkan kompos halus dan kompos kasar yang kemudian dikemas sesuai ukuran kantong dan dibawa menuju gudang kompos. Kompos yang dihasil dari RPH Cakung diperkirakan akan menghasilkan sebanyak 7 ton per harinya dengan jumlah 70 % kompos halus  dan 30 % kompos kasar. Produk yang dihasilkan berupa kompos yang berkualitas tinggi dan bernilai ekonomis, karena mengandung unsur hara yang lebih tinggi dibandingkan dengan kompos sejenisnya, bebas bibit gulma, bebas dari bahan beracun dan berbahaya, tersedia dalam berbagai ukuran dan siap pakai.  

            Selama final acceptance test debit air limbah yang masuk kedalam system adalah berkisar rata-rata antara 59 – 140 m3/hari dengan kandungan COD terlarut rata-rata setelah beberapa tahap penyaringan dan pengendapan sebesar 1967 mg/l. Setelah proses degrasi dicapai COD terlarut effluent sebesar 583 mg/l. Efisiensi yang dicapai adalah 70 % dengan kandungan metan 80 % dan jumlah produksi gas rata-rata antara 220 – 250 m3/hari.

Gambar 3. Tangki pencampuran dan sedimentasi awal sebelum limbah cair dimasukkan ke  reaktor anaerobik.

Biogas yang dihasilkan dari Fixed Bed digester digunakan untuk memproduksi listrik dengan menggunakan generator. Mesin tersebut berjalan bersamaan dengan jaringan listrik PLN. Kapasitas maksimum adalah 45 kW, generator di atur menjadi 35 kW pada saat tes dilakukan. Mesin yang digunakan adalah Gas Otto Engine yang hanya dijalankan menggunakan biogas tanpa menggunakan bahan baker disel. Selama acceptance test dilaksanakan dengan perhitungan kapasitas maksimum dan produksi gas yang tinggi seperti data yang dapat dilihat sebagai berikut :

Kinerja digester

  • Jumlah air limbah          353 m3/hari
  • Produksi gas                220 m3/hari
  • Kadar metan                   75  %.
  • Jumlah sludge                   5 m3/hari.

Perhitungan produksi arus.

  • Daya                                        35  kW.
  • Pengambilan gas        15,6 m3/hari.
  • Produksi gas                220 m3/hari.
  • Produksi arus                459 Kwh/hari.

Neraca kebutuhan dan produksi  

  • Kebutuhan                    122 kWh.
  • Produksi                       495 kWh.
  • Surplus                         373 kWh

Keuntungan.

Kondisi sebenarnya di RPH Cakung memberikan keuntungan listrik yang dihasilkan dari biogas adalah

  • Harga listrik  Rp.578,-/kWh (Des 02).
  • Kelebihan arus 373 kWh.
  • Keuntungan Rp. 215.541/hari  atau Rp. 6.466.288,-/bulan atau Rp. 77.595.456,-/tahun.

 Pengolahan limbah padat dilakukan berdasarkan data potensial limbah padat di RPH Cakung dari November 2002 sampai Januari 2003, seperti yang dapat dilihat pada uraian dibawah ini.

Kondisi limbah padat dan kompos di RPH Cakung.

  • Jumlah ternak                785 ekor/hari.
  • Pemotongan                 200 – 300 ekor/hari.
  • Kotoran                                    12,1 ton/hari.
  • Isi rumen                         0,9 ton/hari.
  • Jumlah limbah               13,0 ton/hari.
  • Produksi kompos          744 ton/tahun.
  • Pendapatan                  Rp. 297.600.000,-  (Harga kompos Rp. 400,-/kg).

Pengolahan limbah padat menjadi kompos menggunakan sistem Open Windraw, pada minggu pertama dilakukan pengumpulan dan proses pembusukan pendahuluan di interim store . Setelah 6 (enam) sampai 7 (tujuh) minggu dalam proses pengomposan dengan penambahan sludge dari proses pengolahan limbah cair, kompos dapat dianggap sudah matang. Hasil kompos yang telah matang kemudian disaring dengan saringan 10, 15 dan 25 mm. Selama proses pengomposan dilakukan pembalikan 2(dua) kali dalam semimggu, selain itu temperature akan naik mencapai 60 oC dan waktu tinggal temperature yang agak lama akan menginaktifkan bakteri pathogen, parasit dan mematikan bibit rumput. Hasil produksi pupuk dari pengolahanlimbah padat adalah 744 ton/tahun. Adapun karakteristik kompos yang dihasilkan dapat dilihat pada uraian dibawah ini.

Karakteristik kompos RPH Cakung.

  • N total              24,8 g/kg b.k.
  • NH4-N                 2,4 g/kg b.k.
  • C/N                    11
  • P total               14,4 g/kg b.k
  • K                       38,6 g/kg  b.k
  • Ca                    22,0 g/kg b.k.
  • Mg                   10,7 g/kg b.k.
  • pH                    8,2
  • Garam              2,1 g/L.

Catatan : b.k : berat kering.

      Aplikasi penerapan Teknologi Produksi Bersih telah dilakukan di RPH Cakung. Metode aplikasinya adalah mereduksi limbah dari sumbernya dan pendayagunaan limbah dengan memanfaatkan hasil sampingnya. Hasil aplikasi penerapan Teknologi produksi bersih, dapat disimpulkan sebagai berikut :

1.     Penerapan Teknologi Produksi Bersih di RPH Cakung memberikan dampak positif untuk pencegahan pencemaran lingkungan dan hal tersebut membuat dana pengeluaran menjadi dana pemasukkan atau yang dihemat.

2.     Pengurangan limbah pada sumbernya menunjukkan konsumsi air yang lebih efisien  kurang lebih 400 m3/hari dan ada pengurangan limbah padat 24 ton/hari.

3.     Pendayagunaan limbah dengan memanfaatkan hasil sampingnya memberikan nilai tambah dengan menghemat listrik Rp. 77.595.456,-/tahun dan mendatangkan penghasilan sebesar Rp. 297.600.000,-/tahun.

 

SUMBER BACAAN.

1.……… , National Cleaner Production Centres Programme, UNIDO, Vienna 1997.

2. Feasibility Study On A Full Scale System For Treatment Of Liquid and Solid Slaughterhouse Wastes.

3. Weiland . P. Development of Anaerobic Filters for Treatment of High Strength Agro Industrial Waste Waters. Bio Process Engineering 2 Springer-Verlag. 1987.                                                                                                                           

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: