Home » Uncategorized » Penerapan Produksi Bersih di Industri Tahu

Penerapan Produksi Bersih di Industri Tahu

Produksi Bersih

Blog Produksi Bersih ini adalah salah satu perwujudan sharing informasi dari Pusat Teknologi Lingkungan, BPPT

Total Visitor

  • 18,331 Person
July 2011
M T W T F S S
    Oct »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4 other followers

Penerapan  Produksi Bersih di Industri Tahu

 

  1. A.    Produksi Bersih

Produksi Bersih adalah strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif, terpadu dan diterapkan secara terus-menerus pada setiap kegiatan mulai dari hulu ke hilir yang terkait dengan proses produksi, produk dan jasa untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumberdaya alam, mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan mengurangi terbentuknya limbah pada sumbernya sehingga dapat meminimisasi resiko terhadap kesehatan dan keselamatan manusia serta kerusakan lingkungan (Sumber: Kebijakan Nasional Produksi Bersih, KLH 2003).

Dengan menggunakan terminologi definisi tersebut di atas, maka diperlukan penerapan konkrit dengan prinsip-prinsip adalah sebagai berikut

•          Penanganan di lakukan di lokasi pabrik

•          Perubahan bentuk limbah menjadi limbah kurang berbahaya

•          Pengurangan volume limbah

•          Resiko dari residu sisa limbah kecil

•          Penanganan terpadu

•          Aspek tindak pencegahan bukan penyimpanan

 

Oleh sebab itu penerapan produksi bersih diperlukan

1.      Motivasi

Melakukan perbaikan terus menerus adalah prilaku yang perlu dimiliki oleh pekerja didukung oleh pemilik usaha. Penerapan produksi bersih (PB) tidak dirasakan sebagai beban, namun sebagai suatu kebutuhan.

2.      Komitmen

Adanya komitmen yang sungguh-sungguh pemilik usaha dalam mensukseskan suatu perubahan yang disepakati. Sense of belonging (rasa memiliki) pekerja terhadap tempat usaha/perusahaan membantu menumbuhkan komitmen dalam melakukan perbaikan.

3.      Team work, pemilik usaha dan pekerja

Kebersamaan antara pemilik usaha dan pekerja sangat diperlukan dalam menerapkan suatu perubahan. Rasa kebersamaan dan komunikasi yang intensif antara kedua belah pihak akan memudahkan dalam penyampaian masukan dan kritik terhadap perubahan, sehingga bisa diambil tindakan yang lebih tepat (win-win solution). Tentunya, hasil dari penerapan produksi bersih (PB) tidak hanya dinikmati oleh pemilik usaha, namun juga pekerja dan masyarakat, baik dari segi finansial, lingkungan, dan organisasional.

4.      Kebiasaan (habbit)

Perubahan-perubahan yang telah disepakati sebelumnya, perlu dijadikan suatu kebiasaan (habbit) bagi pekerja. Pemilik usaha perlu melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap penerapan produksi bersih (PB) secara berkala untuk menjamin pekerja melakukan perubahan itu sebagai suatu kebiasaan.

UNEP telah membuat alur atau siklus produksi bersih yang dapat menjadi acuan bagi industri besar menengah kecil maupun konsultan dalam pelaksanaannya.

 

Langkah awal dalam melakukan analisis sebelum menerapkan konsep produksi bersih adalah mengetahui tentang non product output (NPO). NPO didefinisikan sebagai seluruh materi, energi, dan air yang digunakan dalam proses produksi namun tidak terkandung dalam produk akhir. Dengan definisi tersebut maka bentuk NPO dapat diidentifikasi antara lain sebagai berikut :

1.      Bahan baku yang kurang berkualitas

2.      Barang jadi yang ditolak, diluar spesifikasi produk (semua tipe)

3.      Pemrosesan kembali (reprocessing)

4.      Limbah padat (beracun, tidak beracun)

5.      Limbah cair (jumlah dari kontaminan, keseluruhan air yang tidak terkandung dalam produk final)

6.      Energi (tidak terkandung dalam produk akhir, seperti uap, listrik, oli, diesel, dll)

7.      Emisi (termasuk kebisingan dan bau)

8.      Kehilangan dalam penyimpanan

9.      Kerugian pada saat penanganan dan transportasi (internal,maupun eksternal)

10.  Pengemasan barang

11.  Klaim pelanggan dan trade returns

12.  Kerugian karena kurangnya perawatan

13.  Kerugian karena permasalahan kesehatan dan lingkungan

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: